Tak terkecuali sahabatku, kemudian aku juga. Hehe..
Ada perasaan bahagia dan bangga bisa mendengar kisah sosok sang calon pengantin yang notabene beberapa tulisannya telah di tangan. Ada juga perasaan iri terhadap betap indah pertemuan kawan kita ini.
Saling sahut karya yang akhirnya menghubungkan tali kasih mereka berdua.
Sampai tersirat tanya dalam hati, kapan kiranya hati 'kan berlabuh pada dermaga miliknya sendiri.
Jangankan berlabuh, berlayar saja belum.
Adakah yang salah pada tekad kita, sahabat. Jangan cemaskan persiapan ini lagi. Saat usia dan peluang itu telah menjadi tanda kesiapan. Saat Allah menghendaki, maka persiapan bukan lagi semata urusan diri kita sendiri. Melangkah sajalah dulu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar