Bismillah.. Semoga Ia izinkan mu membaca ini
Untuk saudara - saudaraku yang teramat aku sayang,
ingatkah engkau ketika pertama kali melihatku bergabung dalam dakwah ini..
ingatkah engkau ketika pertama kali menyadari kehadiranku bak bala bantuan untukmu..
ingatkah engkau ketika pertama kali mengagumi diriku yang tidak seburuk hari ini..
ingatkah engkau semua pujian manis, yang sebenarnya begitu menyinggung bagiku..?
Katamu begini dan begitu tentang ku..
katamu aku mampu melawan ketidakberdayaanku
katamu aku bahkan bisa memotivasi
katamu aku hanya perlu percaya diri
percaya pada diri siapa?
tidak ada yang dapat ku percaya dari diriku
Ada kesan yang tersimpan rapih di benakku..
ingat tidak, regenerasi dakwah ini, katamu hanya aku yang kau percaya..
tapi tahu kah kau, itu meningatkan pada masa dakwahku yang gagal..
karena ketakutanku lebih besar dari yang terlihat
tak apa bila aku ulang lagi langkah, asal bersama mu..
kini, telah ada yang menurut kita dia pantas dipercaya
menurutmu ia lebih segalanya dariku, aku setuju..
mengalahkan ku, mengapa harus merasa kalah?
tampilnya ia justru kebahagiaan untukku..
Segala puji bagi Allah, yang menjadikanku pijakan..
Ukhtiku.. Aku lihat bagaimana engkau tumbuh..
Meskipun dinding pemisah antara kita begitu kuat
aku yakin, akan ada masa kita saling terbuka..
ingatkah kau pernah menyinggung menyebutku selalu senyum?
ya itu dirimu..
kini engkau pemain banyak peran..
menurutku itu caramu menyambut ilmu
kau adalah pembelajar sejati..
bisakah kita terus saling mencari, aku tak tahu
Allahu a'lam
Kau yang pernah asing namun berada dekat denganku
Saat itu kita mulai tarbiyah islam bersama..
hanya sebentar, kita berpisah.. kemudian bertemu lagi di jalan dakwah ini
bagiku, kau kakak saat yang lain tak peduli
bagiku, tak ada yang tulus sepertimu
ingatkah, suatu ketika seseorang yang merepotkan kita
semua orang menaruh kesal padanya, namun itu tak menjebak prasangka baikmu
kau memang yang terbaik..
makanya, betapa ingin ku perkenalkan engkau pada guruku
agar sempurna akhlaq mu terarah oleh syari'at
Sadar waktu tak banyak lagi tersisa untuk kita bersama,
maka ku harap berikanlah maaf atas kebodohan dan kekurangan ku
yang selama ini sangat tidak kita inginkan..
Saudaraku..
uhibbukum fillah
Untuk saudara - saudaraku yang teramat aku sayang,
ingatkah engkau ketika pertama kali melihatku bergabung dalam dakwah ini..
ingatkah engkau ketika pertama kali menyadari kehadiranku bak bala bantuan untukmu..
ingatkah engkau ketika pertama kali mengagumi diriku yang tidak seburuk hari ini..
ingatkah engkau semua pujian manis, yang sebenarnya begitu menyinggung bagiku..?
Katamu begini dan begitu tentang ku..
katamu aku mampu melawan ketidakberdayaanku
katamu aku bahkan bisa memotivasi
katamu aku hanya perlu percaya diri
percaya pada diri siapa?
tidak ada yang dapat ku percaya dari diriku
Ada kesan yang tersimpan rapih di benakku..
ingat tidak, regenerasi dakwah ini, katamu hanya aku yang kau percaya..
tapi tahu kah kau, itu meningatkan pada masa dakwahku yang gagal..
karena ketakutanku lebih besar dari yang terlihat
tak apa bila aku ulang lagi langkah, asal bersama mu..
kini, telah ada yang menurut kita dia pantas dipercaya
menurutmu ia lebih segalanya dariku, aku setuju..
mengalahkan ku, mengapa harus merasa kalah?
tampilnya ia justru kebahagiaan untukku..
Segala puji bagi Allah, yang menjadikanku pijakan..
Ukhtiku.. Aku lihat bagaimana engkau tumbuh..
Meskipun dinding pemisah antara kita begitu kuat
aku yakin, akan ada masa kita saling terbuka..
ingatkah kau pernah menyinggung menyebutku selalu senyum?
ya itu dirimu..
kini engkau pemain banyak peran..
menurutku itu caramu menyambut ilmu
kau adalah pembelajar sejati..
bisakah kita terus saling mencari, aku tak tahu
Allahu a'lam
Kau yang pernah asing namun berada dekat denganku
Saat itu kita mulai tarbiyah islam bersama..
hanya sebentar, kita berpisah.. kemudian bertemu lagi di jalan dakwah ini
bagiku, kau kakak saat yang lain tak peduli
bagiku, tak ada yang tulus sepertimu
ingatkah, suatu ketika seseorang yang merepotkan kita
semua orang menaruh kesal padanya, namun itu tak menjebak prasangka baikmu
kau memang yang terbaik..
makanya, betapa ingin ku perkenalkan engkau pada guruku
agar sempurna akhlaq mu terarah oleh syari'at
Sadar waktu tak banyak lagi tersisa untuk kita bersama,
maka ku harap berikanlah maaf atas kebodohan dan kekurangan ku
yang selama ini sangat tidak kita inginkan..
Saudaraku..
uhibbukum fillah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar