Waktu demi waktu telah aku lalui..
Setiap hari, tak satu detik pun percuma bagiku
Pernah aku berteriak merengek pada Mu
Setiap hari, tak satu detik pun percuma bagiku
Pernah aku berteriak merengek pada Mu
Ketika nalarku
menolak dirinya sendiri
Malu untuk
ku ulangi kisahku sendiri
Meski itu
pada Mu yang tiada rahasia dapat ku sembunyikan
Belum lagi
ku bicara mengakui cacat perangaiku,
Airmata justru
deras mengarus..
Menyalahkan Mu, apa boleh buat? aku malu
Ketika tak
sadar mungkin aku mencari tandingan Mu
Kemana lagi
ku harus meminta pertolongan
Jeli mataku,
ku pasang telingaku dalam memburu dunia
Belum lagi
ku dapat apa yang ku cari
Tubuh ini
justru memaksaku meminta sepenuh hati kepada Mu
Hingga tiada
ruang lagi di relung jiwaku, hanya Engkau..
Ketika kesusahan
hampir merusak rasioku
Timbul
kerinduan dalam kepalaku, tentang Engkau
Oh.. Engkau
yang Maha Penyayang
Belum lagi
ku tergelung ombak kehancuran
Rahmat Mu
justru hadir, memaksaku ikhlas menerima diriku
Hingga
senyum itu berseru takbir kepada Mu..
Setiap waktu berharga bagiku,
setiap hari
adalah ilmu untukku
setiap ilmu
adalah bersama Mu
Allaahu
akbar...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar